Postingan

Tahun keempat, jangan bercanda lagi.

Tahun pertama, sepasang mata kita saling bertemu. Tahun kedua, setiap tempat-tempat terdapat jejak kita. Aku mulai menyukai angin malam, yang membawa aroma tubuhmu tepat padaku di belakangmu saat motor melaju. Atau embun pagi, yang menandakan tak lama lagi aku akan bertemu denganmu. Aku mulai menikmati setiap tegukan kopi hangat bersamamu, rasanya manis. Yang kemudian ku ketahui, kopiku murni tanpa gula ataupun susu. Aku mulai terbiasa dengan perhatian-perhatian kecilmu, atau sikap heroik mu yang selalu membuatku merasa aman. Entah di waktu yang mana, kopi yang mana, perhatian yang mana, hatiku terikat padamu. Aku berbuat kesalahan. Setidaknya itu yang aku pikirkan saat ini. Pada tahun ketiga. Aku terlalu nyaman berteduh pada matamu, sampai-sampai tidak menyadari ada berapa perempuan lain yang juga berteduh. Aku terlalu naif, menganggap semua kebersamaan dapat merubah aku dan kamu menjadi kita. Suatu hari aku tahu, kamu telah menemukan pelabuhan hatimu. Dan, bukan aku. Kamu ...

Lalu apa?

"Wah, gak terasa ya kamu udah mau semester 7 aja." Hee. Respon seperti itu tidak asing lagi bagiku, tepat setelah orang-orang mengetahui sudah mau 3.5 tahun aku duduk-berjuang-tak lupa bermain- di bangku kuliah. HOOOO wahai readers, percayalah "gak terasa" hanya bisa keluar dari mulut orang-orang yang tidak pernah mendengar ini; DEADLINE JAM 12 MALAM! PANITIA KUMPUL NANTI SORE YAA! KUMPULKAN BESOK DI MEJA SAYA! KE RUHIM DULU YUK! HEY SA JANGAN KABUR! (LOLOLOL, kalimat terakhir ini saat aku mencoba untuk tidak menghadiri kumpul angkatan sehabis jam kuliah.) Entah berapa banyak air mata yang sudah membekas di bantal kamar kos, entah berapa pak hvs dihabiskan untuk laporan praktikum, entah berapa banyak koin ku habiskan untuk sekedar karaokean melepas penat, entah berapa banyak waktu tidur ku direnggut oleh deadline-deadline yang sungguh mematikan. Dan entah berapa banyak dering-dering telfon/ line  yang sudah kuabaikan saat ketua panitia mengajak rapat di saat...

am I ready?

27 Mei 2014 01:00pm              "Alhamdulillah ya Allah, keterima!!"           "Ya sudahlah...masih banyak jalan menuju roma"           "EH BRO LO GIMANA!? KETERIMA GAK?"           "Hm, bukan jalannya.. ya bukan gagal kok, hanya belum beruntung" dreeeet. Pas gue buka timeline twitter, sederet isinya tweet anak kelas 12 yang ngomongin soal snmptn. Langsung aja gue bbm-in temen gue yang statusnya anak aksel dan kakak kelas yang gue kenal, gimana hasilnya mereka? dan ya jawaban yang gue terima juga bervariasi kayak tweet-tweet diatas. Ada yang udah rede tinggal nunggu waktu jadi maba, ada juga yang masih harus berkutat dengan soal-soal bimbel. Ada yang berhasil keterima, dan ada juga yang masih harus berjuang lagi di sbmptn. Tiba-tiba gue tertegun. Seolah-olah gue ikut merasakan euphoria ataupun bahkan kegalauan hati sebagian dari mereka. Banyak pertanyaan melintas di benak...

Klik. Dengarkan. Lalu mengertilah.

https://soundcloud.com/sasanurfitri/puisi-kenapa-harus-kamu-karya